• Home
  • Hukum
  • Kepala Terminal Induk Kota Bekasi Bantah Dirinya Kena OTT Tim Saber Pungli

TIM SABER PUNGLI LAKUKAN OTT ?

Kepala Terminal Induk Kota Bekasi Bantah Dirinya Kena OTT Tim Saber Pungli

MEHA Kamis, 30 Mei 2019 22:42 WIB

Terminal Induk Kota Bekasi

Kota Bekasi Wahana News, Ramai diberitakan di portal berita media online, Kepala Terminal Induk Kota Bekasi membantah dirinya ditangkap tim saber pungli kota Bekasi. Sebelumnya sejumlah portal berita online memberitakan penangkapan inisial BH yang diketahui sebagai Kepala Terminal Induk Kota Bekasi. Penangkapan juga mengikutsertakan Dal Ops terminal Induk inisial M.

Bahkan portal berita RAKYATBEKASI.COM pada hari Kamis (30/5) pada pukul 00.16 WIB telah memberitakan penangkapan BH yang diduga melakukan pemerasan terhadap inisial M pengurus PO Bus Primajasa. Pemerasan diduga terkait dengan rencana pembukaan jalur baru dengan alasan sebagai biaya koordinasi.

Namun sore hari, Kamis (30/5) portal berita online inijabar.com, kembali memuat berita bahwa BH yang sempat ditahan, kemudian dilepas oleh petugas.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Indarto yang dihubungi Wahana News terkait berita OTT oleh tim saber pungli, sampai berita ini dinaikkan belum memberikan tanggapan. Demikian juga Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Yayan Yuliana yang dihubungi lewat selulernya belum memberikan respon.

Bambang, Kepala Terminal Induk Kota Bekasi kepada Wahana News membantah dirinya ditangkap oleh tim saber pungli. “Itu cuma salah paham, tim saber pungli sedang melakukan pengecekan kelengkapan surat surat kendaraan dalam kaitan persiapan arus mudik lebaran” katanya lewat telepon selulernya, Kamis (30/5/2019)

Ditambahkannya, kedatangan tim saber pungli ke Terminal Induk Kota Bekasi adalah atas adanya laporan masyarakat bahwa banyak kendaraan yang surat suratnya tidak lengkap, “mereka melakukan pengecekan terhadap angkutan kota termasuk bus Primajasa, namun semua bus Primajasa yang masuk terminal, surat suratnya lengkap semua, peraturannya bus dan angkot yang tidak lemgkap suratnya memang tidak boleh masuk atau ngetem di terminal” tambah Bambang.

“Berita penangkapan saya adalah fitnah, saya dibawa tim saber ke polres hanya untuk dimintai keterangan atas aduan masyarakat, laporan yang mengindikasikan bahwa saya mengizinkan bus dan angkot yang tidak lengkap suratnya masuk terminal” imbuh Bambang.

“Saya sudah 28 tahun bertugas di Dinas Perhubungan, sebentar lagi saya mau pensiun, tidak mungkin saya melakkan hal yang tidak benar” pungkas Bambang. (MEHA)

Editor: SEVEN BOYS MEHA

T#gs
Berita Terkait
Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments