• Home
  • Daerah
  • Lagi, Pemkab Humbahas Tarik 3 Unit Alsintan dari Tanjung Balai

Minim Pengawasan

Lagi, Pemkab Humbahas Tarik 3 Unit Alsintan dari Tanjung Balai

Kabid TPH Bantah Terima Upeti
Mh85 Rabu, 16 Oktober 2019 11:07 WIB

HUMBAHAS WAHANANNEWS.CO, Setelah diberitakan pada edisi sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan melalui Dinas Pertanian, kembali menarik tiga unit Alat Mesin Pertanian (Alsintan) Combine Harvester (mesin panen padi-red) yang beroperasi di Sungai Loba Tanjung Balai. Dinas Pertanian langsung memerintahkan Kelompok Tani (Poktan) yang menyewakan alat untuk menjemput alat dari Sungai Loba Tanjung Balai.

Tiga Unit alat Combine Harvester yang ditarik Dinas Pertanian tersebut adalah lanjutan penertiban alsintan yang sebelumnya juga sudah dilakukan penertiban dengan menarik dua unit Alsintan Combine Harvester beberapa waktu lalu.

BACA JUGA:Jelang Tutup Tahun, Penyerapan APBD Humbahas Baru 49.2 Persen

Dalam pemberitaan sebelumnya di WAHANANEWS.CO, ada tiga unit alsintan milik Pemkab Humbang Hasundutan yang disewakan dan masih beroperasi di Tanjung Balai yang sudah berlangsung beberapa bulan terakhir yang “luput” dari pengawasan Dinas Pertanian Kabupaten Humbahas.

Alsintan tersebut kini sudah kembali, dan terlihat dipakir di halaman Dinas Pertanian Kabupaten Humbang Hasundutan. Keberhasilan menarik Alsintan Setelah Pemkab Humbang Hasundutan langsung melakukan monitoring dan penertiban dengan memerintahkan Poktan untuk segera menjemput alat tersebut dari lokasi alsintan disewakan.

Kebenaran penarikan Alsintan dari Tanjung Balai ini disampaikan oleh Yonepta Habeahan, Kabid TPH ( Tanaman Pangan dan Hortikultura) melalui telepon selulernya, Selasa ((15/10) kepada WAHANANEWS.CO

BACA JUGA :Ironis, Mesin Pertanian Untuk Kelompok Tani Kabupaten Humbahas Minim Pengawasan

Menjawab tudingan masyarakat yang menyebut bahwa Kabid TPH sudah lama tahu akan permasalahan tersebut, namun melakukan pembiaran karena diduga ada kongkalikong dengan Poktan dan penyewa , Yonepta membantah dan menyatakan itu adalah pencemaran nama baik.

“Datanglah ke kantor, biar kukasih data poktan penerima combine harvesternya termasuk nomor hand phone penerima, biar clear” kata Yonepta lewat hand phone kepada Wartawan WAHANANEWS.CO.

“Kepada poktan yang menyalahgunakan alsintan, unit sudah kita tarik ke dinas nanti foto kukirim”. Tambahnya.

Ditambahkan Yonepta, “tuduhan” bahwa dirinya menerima upeti, secara tidak langsung sudah mengarah pencemaran nama baik, “Nanti kukasih nomor hand phone orang yang menghubungiku untuk meminjam alat, tapi nggak kulayani. Jadi jangan diputarbalikkan faktanya. Sampai sekarang belum dipulangkan Sihotang (poktan-red) tangga dan kunci kunci alat kita dari desa Sion Timur 2. Atau gini saja , kalau ditemukan ada indikasi seperti yang dituduhkan, silahkan laporkan ke penegak hukum, biar jelas siapa yang salah”. tegas Yonepta .

“Aduh, kalau aku terima upeti, sudah aman alat itu kerja diluar daerah dan nggak kita tarik dari poktan penerima. Alat ini akan kita realokasi ke poktan lain yang membutuhkan” pungkas Yonepta Kabid TPH . (mh85)

Editor: Suwindak Marbun

T#gs AlsintanKAB.HUMBAHASKAB HUMBAHASPenyalahgunaanYONEPTA HABEAHAN
Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments