• Home
  • Daerah
  • Ironis, Mesin Pertanian Untuk Kelompok Tani Kabupaten Humbahas Minim Pengawasan

Ironis, Mesin Pertanian Untuk Kelompok Tani Kabupaten Humbahas Minim Pengawasan

mh85 Sabtu, 12 Oktober 2019 20:49 WIB
Pribadi
ILUSTRASI ALAT MESIN PERTANIAN

HUMBAHAS WAHANANEWS.CO, Berbagai elemen masyarakat menuding dan menilai, bantuan alsintan yang diterima Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan dari Pemerintah Pusat dalam beberapa tahun terakhir ini seperti alat mesin pertanian Traktor, Combine harrvester (Alsintan) yang diserahkan ke Kelompok petani kurang pengawasan sehingga banyak disalahgunakan juga kurang tepat sasaran.

Informasi yang didapat WAHANANEWS.CO dari narasumber yang layak dipercaya menyebutkan hingga saat ini masih banyak Alsintan milik Dinas Pertanian Kabupaten Humbang Hasundutan yang disewakan keluar dari wilayah Kabupaten Humbang Hasundutan, seperti mesin panen padi (Combine harvesrter) yang beroperasi di Sungai Loba dan Tebing Tinggi dan sudah beroperasi selama 3 bulan yang dikontrak oleh penyewa untuk digunakan memanen padi di Tanjung Balai Sungai Loba.


Alsintan Milik Pemkab Humbahas.


“Alsintan milik Pemkab Hasundutan masih ada 3 unit lagi yang beroperasi disini, sudah ada 3 bulan kurang lebih, hal ini sudah kami sampaikan kepada Petugas Dinas Pertanian ( Kabid TPH) namun tidak digubris hingga saat ini, sehingga patut diduga ada praktek kongkalikong dinas terkait dengan penyewa alsintan tersebut” ujar John Roni Sihotang (11/10) kepada WAHANANEWS.CO.

Sihotang menambahkan, bahwa sebelumnya sudah ada 2 unit alat Combine Harvester ditarik oleh Dinas Pertanian dari Lokasi yang sama.

“Sebelumnya sudah ada penertiban alsintan oleh Dinas Pertanian Humbahas, namun yang 3 unit lagi tidak ditertibkan dan tetap beroperasi hingga hari ini ujar Sihotang yang kesal akan sikap dari petugas Dinas Pertanian Humbahas yang diduga ada main mata dengan pihak penyewa.

Yonepta Habeahan, Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Dinas Pertanian Kabupaten Humbang Hasundutan yang dikonfirmasi WAHANANEWS.CO via telepon selulernya (12/10 ) terkait informasi penyalahgunaan alsintan yang disewakan keluar Kabupaten Humbahas, membantah dugaan keterlibatannya dan menjelaskan bahwasanya mereka sudah ditugasi oleh Kepala Dinas Pertanian untuk langsung monitoring.

“Kebetulan satu minggu ini aku rapat di Medan dan baru tadi malam sampai di Doloksanggul. Memang ada kecurigaan kita 2 unit combine harvester dari Lintongnihuta dipinjam-pakaikan, kita tugaskan staf kita untuk monitoring ke lapangan bulan agustus yang lalu, alatnya ada. Tetapi kita tidak tahu apakah setelah itu combinenya berangkat.

Hari ini kita ditugaskan pak kadis untuk langsung monitoring dan apabila ada indikasi maka akan kita beri sanksi administrasi berupa alat kita tarik. Perlu kami sampaikan bahwa tidak ada komunikasi antara kelompok tani penerima dan dinas pertanian, apalagi seperti yang saudara sebut mengarah ada permainan atau kerjasama dengan petani.

Kami siap dikonfrontir dengan setiap kelompok tani yang menerima alsintan tersebut. Sebelumnya informasi ini sudah saya terima dari marga sihotang dari Tanjungbalai . Hari seninlah di kantor dinas kita bahas lae hasil monitoring kami hari ini” balas Habeahan via pesan Whatss App nya menjawab pertanyaan WAHANANEWS.CO.

Secara terpisah Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Humbang Hasundutan, Junter Marbun(12/10) yang dihubungi WAHANANEWS.CO juga membantah atas dugaan keterlibatannya .

“Saya tidak ada campur tangan dalam masalah itu, jangan sembarang menuduh, sebelumnya kami sudah menarik 2 Unit alsintan yang disalahgunakan oleh kelompok tani , keterlibatan saya hanya menarik alat yang disewakan sebelumnya” ujar Junter.


BACA JUGA:Disalahgunakan, Dinas Pertanian Humbahas Tarik Alsintan Dari Kelompok Tani


Disinggung terkait minimnya pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Pertanian dan informasi 3 unit Combine Harvester milik Pemkab Humbahas yang disewakan keluar Kabupaten Humbang Hasundutan dan masih beroperasi sampai hari ini , Junter mengatakan tidak tahu dan pemberian alsintan sesuai permintaan petani .

“Saya tidak tau yang mana itu, yang disalahgunakan sudah kita tarik 2 unit sebelumnya , belum ada ketentuan yang memperbolehkan untuk menyewakan alat tersebut keluar daerah. Kami tetap awasi alsintan yang kami serhakan ke petani , karena itu hibah diberikan ke petani dan menjadi milik petani.” Katanya.

Lebih lanjut Junter menjelaskan, berkaitan tudingan ketidaktepatan sasaran dan ketepatgunaan alsintan kepada kelompok tani, dia sebutkan bahwa penyerahan alsintan tidak bisa semua tepatguna dan tidak bisa sempurna.

“Diminta petani, kami berikan, kadang para kelompok petani asal minta, setelah diterima tidak efektif dan akan kami lakukan evaluasi kepada seluruh kelompok tani. Kalau ada kelompok tani yang menyalahgunakan dan menyewakan keluar daerah, kami akan tarik dan dialihkan kepada petani yang benar benar membutuhkan , kami juga manusia biasa , tidak semua pekerjaan saya sempurna” ungkap Junter.

Menyikapi hal tersebut Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor(11/10) yang diminta tanggapannya, meminta agar masalah tersebut dilaporkan ke Aparat penegak Hukum.

“Telusuri, kalau melanggar aturan laporkan ke aparat hukum jawab Dosmar singkat lewat pesan WA nya. (mh85)

Editor: Suwindak Marbun

T#gs ALAT MESIN PERTANIANDOSMAR BANJARNAHORHUMBAHASALAH GUNA
Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments