• Home
  • Daerah
  • Disalahgunakan, Dinas Pertanian Humbahas Tarik Alsintan Dari Kelompok Tani

Disalahgunakan, Dinas Pertanian Humbahas Tarik Alsintan Dari Kelompok Tani

Dinas Pertanian:
AGAVE Rabu, 11 September 2019 07:54 WIB

DOLOK SANGGUL WAHANANEWS.CO, Untuk mewujudkan swasembada pangan, pemerintah pusat maupun daerah berupaya memberikan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Namun ada beberapa kelompok tani yang menyalahgunakan penggunaan alsintan tersebut. Bahkan direntalkan /disewakan oleh kelompok tani kepada pihak lain keluar dari Kabupaten Humbang Hasundutan. Seperti yang dilakukan oleh beberapa kelompok tani di Kecamatan Parlilitan yang menyewakan alsintan panen padi (Combine Harveste) ke luar Kabupaten Humbang Hasundutan .

Menurut informasi yang didapat WAHANANEWS.CO, alsintan tersebut disewakan oleh kelompok tani ke daerah Tanjung Balai Asahan yang notabene juga surat perjanjian sewanya ditandatangani oleh Ketua Bumdes Karina, Ketua Kelompok Tani Saut Maju dan Ketua Kelompok Tani Karina yang berada di Desa Sion Timur II Kecamatan Parlilitan Kabupaten Humbang Hasundutan.


Alat Pertanian (Alsintan) Combine Harveste .



Pada surat perjanjian /kontrak sewa menyewa tersebut juga dibubuhi tanda tangan dan cap stempel Kepala Desa Sion Timur II Julintor Sihotang. Dalam Surat Perjanjian tersebut tertulis bahwa alat tersebut direntalkan kepada pihak kedua atas Nama JRP Sihotang yang beralamat di Sei Loba Pasar 9 Tanjung Balai. Dengan perjanjian alat tersebut disewakan dengan biaya Rp. 3.500.000, - per bulan terhitung 16 Agustus 2019 sampai 16 Agustus 2021.


BACA JUGA:Inspektorat Humbahas Kembali Rekomendasikan Pengembalian Dana Desa Sihas Habinsaran dan Desa Sion Utara

Menjawab permasalahan tersebut, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Humbang Hasundutan Junter Marbun yang dikonfirmasi WAHANANEWS.CO (10/9) mengaku bahwa sangat kecolongan atas kejadian tersebut .

“Kami sangat kecolongan atas kejadian tersebut, apa yang dilakukan kelompok tani tersebut sudah diluar ketentuan bahkan ada pula tanda tangan Kepala Desa Sion Timur II dalam surat perjanjian tersebut, alat tersebut sudah kami tarik dan sekarang sudah di Dinas Pertanian,” jelas Junter.

Dijelaskannya, bahwa permasalahan tersebut bermula dari adanya laporan dari LSM LAMI (Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia ) Kabupaten Humbahas yang melaporkan atas investigasi yang mereka lakukan bahwa ada alsintan (mesin panen padi) yang diserahkan pemerintah kepada kelompok tani yang berada di Desa Sion Timur II dan disewakan kepada warga Tanjung Balai.

Setelah kami mendapat laporan tersebut, segera kami tindaklanjuti . Petugas Dinas Pertanian langsung terjun ke lapangan mengecek keberadaan Alsintan combine Harvester (alat panen padi . Dan ternyata alat tersebut tidak berada di lokasi. Kelompok tani segera kami perintahkan agar segera menjemput mesin panen tersebut dan mengembalikannya ke Dinas Pertanian, ungkap Junter.

Junter juga menambahkan bahwa alat tersebut tidak akan lagi diserahkan kepada Kelompok Tani yang menyalahgunakan pemanfaatan alat tersebut.

“alsintan tersebut sudah kita tarik dan tidak akan lagi diberikan kepada kelompok tani tersebut, alat itu akan kami serahkan kepada Kelompok Tani yang benar-benar membutuhkan, ujarnya.


Disinggung mengenai sanksi yang diberikan kepada kelompok Tani tersebut, Junter mengatakan bahwa sanksi yang diberikan hanyalah pembinaan.


“Sanksi yang kami berikan hanyalah sebatas pembinaan dan penarikan alsintan, dan untuk sanksi pidananya agar memberikan efek jera bukanlah ranah kami, itu adalah ranah aparat penegak hukum, tandas Junter. (Agave)

Editor: SUWINDAK MARBUN

T#gs Alat PertanianAlsintanDinas Pertanian HumbahasPenyalahgunaan
Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments